Pada zaman dahulu di Lombok, ada seorang putri yang sangat cantik, namanya Putri Mandalika sampai diperebutkan para Raja. Agar tidak menyebabkan perselisihan antar Raja karena melamar dirinya, Putri Mandalika mengundang seluruh raja beserta seluruh rakyatnya ke pantai kute lombok. Putri Mandalika kemudian berkata : “aku menerima lamaran kalian semua”. Di tengah kebingungan para rakyat akan maksud sang putri, putri mandalika tiba-tiba melompat ke laut (digambarkan pada patung). Konon, setelah putri mandalika terjun ke laut, dari laut muncul bintang-bintang kecil (cacing) yang orang-orang lombok kenal sebagai nyale. Karena itu, lombok ada tradisi bau nyale (bau artinya menangkap) yang dilaksanakan pada setiap tanggal 20 bulan rowet (bulan ke-10 pada penanggalan suku sasak, lombok).
LOMBOK TULEN
08.34 | 0 Comments
Pada zaman dahulu di Lombok, ada seorang putri yang sangat cantik, namanya Putri Mandalika sampai diperebutkan para Raja. Agar tidak menyebabkan perselisihan antar Raja karena melamar dirinya, Putri Mandalika mengundang seluruh raja beserta seluruh rakyatnya ke pantai kute lombok. Putri Mandalika kemudian berkata : “aku menerima lamaran kalian semua”. Di tengah kebingungan para rakyat akan maksud sang putri, putri mandalika tiba-tiba melompat ke laut (digambarkan pada patung). Konon, setelah putri mandalika terjun ke laut, dari laut muncul bintang-bintang kecil (cacing) yang orang-orang lombok kenal sebagai nyale. Karena itu, lombok ada tradisi bau nyale (bau artinya menangkap) yang dilaksanakan pada setiap tanggal 20 bulan rowet (bulan ke-10 pada penanggalan suku sasak, lombok).


0 komentar:
Posting Komentar